Satu Cerita Tentang Malam.....

Saturday, June 13, 2009


SABTU, jelang jam 9 malam, di depan layar komputer saya habiskan libur mingguan. Tiap pekan saya mendapat liburan rutin di hari Sabtu. Sambil menikmati libur saya banyak habiskan waktu melepas lelah bersantai beriring lagu-lagu yang cukup empuk.

Rasanya sudah sangat lama saya tidak mengisi berbagai cerita di blog ini. Selama beberapa bulan blog ini terbengkalai tanpa posting-posting yang dulu sering mengisi hari demi hari.

Kali ini saya ingin bercerita tentang Ayrton Senna. Sosok legenda di ajang balap formula 1 ini memang benar-benar berkesan di hati saya. Pembalap yang hidupnya berakhir tragis di sebuah seri balap, Imola, Italia 1 Mei 1994.

Ayrton Senna merupakan mantan pembalap Formula 1 asal Brasil. Pernah menjadi juara dunia Formula 1 pada tahun 1988, 1990, dan 1991. Pembalap ini dikenal dengan kehebatan mengemudi mobil Formula 1 di sirkuit basah hingga dijuluki The Rain Man. Penampilannya di GP Monaco 1984 dengan mobil yang kurang mumpuni mampu berada di posisi kedua.

Banyak yang merasa kehilangan sosok satu ini. Bukan hanya atas kemampuan hebatnya dalam menggeber jet darat F1 yang membuatnya dijuluki "Magic Senna" namun sisi lain kehidupannya yang layak ditiru.

Kemarin saya terkagum-kagum saat melihat satu video di youtube. Di satu balap seri Spanyol tahun 1992 saat kualifikasi Senna menunjukkan sikap yang membuatnya pantas ditiru pembalap lain.

Saat kualifikasi Senna yang melaju di belakang pembalap Eric Comas tiba-tiba menghentikan mobilnya saat melihat pembalap didepannya mengalami kecelakaan. Senna meminggirkan mobilnya dan langsung melompat membantu Eric Comas sebelum tim medis datang. Sementara pembalap-pembalap lain terus saja melaju lanjutkan babak kualifikasi.

Melihat tayangan tersebut saya jadi mengerti mengapa kepergiannya meninggalkan sejuta kepedihan para penggemarnya. Bahkan hingga saat ini banyak yang menangisi jika mengenanng peristiwa itu termasuk saya. Di sebuah video saya juga melihat sampai-sampai Michael Schumacer tak kuasa menahan tangis saat jumpa pers usai memecahkan rekor Senna.


And so you touch this limit, something happens and you suddenly can go a little bit further. With your mind power, your determination, your instinct, and the experience as well, you can fly very high.(Ayrton Senna).

Jakarta, 13 Juni 2009

Sirkuit Basah Menjadi Perhatian Pembalap di Sepang

Thursday, April 02, 2009

(www.f1-fansite.com)

Faktor Hujan diperkirakan jadi penentu hasil balap Sepang (5/4). Jenson Button dan Rubens Barrichelo masih menjadi unggulan mendominasi balap seri Malaysia.

Hasil balap Minggu lalu sesuai perkiraan banyak pengamat, Brawn GP tunjukkan kelas meraih posisi 1 dan 2. Untuk pertama kali dalam 55 tahun terakhir pendatang baru bisa meraih posisi 1 dan 2.

Di Sirkuit Sepang akhir pekan ini kedua pembalap diperkirakan masih akan mendominasi. meski demikian Barrichelo percaya Juara konstruktor tahun lalu, Ferrari, akan tersengat dengan start terburuk mereka sejak tahun 1992. Mereka akan mampu berbuat banyak di sirkuit yang sering mereka menangi tersebut. Ferrari telah memenangkan separuh dari balapan yang dihelat di Sepang. Barrichelo sendiri dua kali finish sebagai runner up bagi tim kuda jingkrak ini. "Di Malaysia balapan akan lebih ketat," katanya.

Menurut pembalap Brazil ini meski di Australia timnya mampu mendominasi di Sepang hasilnya bisa berbeda. Kondisi di Sepang sangat berbeda dengan sirkui Albert park, Melbourne.

Catatan balap Barrichelo di sirkuit Sepang sebenarnya lumayan. Ia dua kali meraih podium. Di sirkuit ini pula podium pertamanya ia raih. Itulah yang membuat sirkuit Sepang menjadi salah satu sirkuit kesukaanya. " Sirkuit ini sangat cepat, menyenangkan membalap disini," katanya.

Tak hanya Ferrari yang diperkirakan menjadi penantang serius Brawn GP, Red Bull dan Mc laren pantas diwaspadai. Mc laren yang kemarin menduduki posisi ketiga melalui Lewis hamilton diperkirakan juga akan memperbaiki performanya. Tim Ron Denis ini memiliki catatan yang bagus juga di Sepang. Meski demikian Malaysia yang terletak di daerah tropis menjadi satu hal yang menantang bagi pembalap. " Saya fikir membalap disini butuh usaha lebih keras,' kata Lewis hamilton.

Faktor hujan

Chief operations Engineer tim Williams Rod Nielsen menduga faktor hujan saat perlombaan bisa ngat menentukan hasil akhir. 'Pekan ini kami menduga hujan turun tiap hari dan saat hujan akan sangat berat perlombaan," katanya.

Nielsen menambahkan mungkin saja sewaktu latihan kondisi lapangan kering namun ketika kualifikasi dan balap sirkuit basah. Dalam kondisi seperti ini ia tetap memandang Brawn GP yang memiliki sistem aerodinamis yang efisien dibanding lawan lainya sebagai kandidat terkuat. 'Brawn GP sangat diuntungkan jika terjadi hujan," katanya.

Fathoni Arief, Reuters

Tentang Jakarta,

Friday, March 27, 2009

Tentang Jakarta ada sebuah cerita.
Jakarta tak hanya hutan belantara beton yang menyesaki seluruh wilayah kota.
Jakarta tak hanya diselimuti asap mengandung timbal yang tiap saat bisa dihirup cuma cuma.
Jakarta tak hanya tempat mereka berkelahi berebut kuasa.
Tak hanya itu tentang Jakarta..
Jakarta tempatku menerawang Masa depanku ah tak bisa memang..
Jakarta tempat sejuta kisah berada termasuk sepenggal kisah yang kualami turut memberi warna dan rasa jakarta..
terlalu banyak cerita yang terjadi di jakarta sehingga teramat susah menceritakan semua..
Yang jelas jakarta adalah tempat dimana saat ini aku berada..entah besok entah lusa..
Rawajati 27 03 09

Cahaya senja..

Monday, March 23, 2009

Cahayanya masih redup..tak tampak keindahan, tak ada sejuta pesona..hanya semburt cahaya tipis yang tertutup mendung yang masih tebal..
Rawajati,23 maret 09