Mantan kuli tinta yang tinggal di dusun

Monday, June 30, 2008

Selamat hari Senin..Tak terasa libur akhir pekan sudah usai. Saatnya kembali ke aktivitas sehari hari. Jalani hari dengan semangat baru. Ada banyak peristiwa yang mengisi satu Minggu kemarin. Ada duka dan ada suka.

Satu peristiwa duka yang terjadi adalah jatuhnya pesawat Casa di Gunung Salak. Sekali lagi pesawat jatuh dan memakan korban. Semua awak dan penumpang yang belum lama berangkat dari lapangan Udara Halim perdana Kusuma untuk menguji alat foto udara itu tewas. Setelah pesawat Casa tersebut jatuh ke jurang sedalam 300m. Semoga saja keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan.

Peristiwa lain yang menarik dan masih hangat-hangatnya adalah kemenangan timnas Spanyol dalam piala Eropa 2008. Tim Matador yang sedari penyisihan menyuguhkan penampilan yang apik dan atraktif mampu tundukkan tim Panser Jerman melalui gol semata wayang El Nino Fernando Torres. Saya ikut senang soalnya bertahun-tahun menjagokan Spanyol baru kali ini mereka bisa benar-benar berjaya. Selamat buat opa Aragones, dan Tim muda Matador.

Meski mata masih perih selepas nonton bola semalam aktivitas harus jalan. Semangat kerja tak boleh kendor. Mari Awali Hari Senin dengan Semangat. Hidup adalah sebuah perjalanan..

sumber images : gettyimages

Sunday, June 29, 2008

Tak terasa sudah setahun meninggalkan Jogjakarta. Setahun meninggalkan kota yang hampir selama tujuh tahun saya tinggal dengan berbagai kisah, drama kehidupan, maupun tragedi. Semua terangkai dan tersusun rapi dalam sebuah cerita dalam sebuah buku yang hanya ada di memori saya. Memori kenangan tentang Jogja semuanya masih utuh tak ada yang terbuang baik pahit ataupun manis.

Terakhir kali berkunjung ke Jogja tepat setengah tahun lalu di penghujung tahun 2007. Hmm...sebenarnya saat yang kurang tepat untuk berkunjung ke kota budaya ini. namun kunjungan beberapa hari itu sudah cukup menghapus dahaga akan rindu pada Jogja waktu itu.

Tujuh tahun tinggal di Jogja tak hanya bertempat di satu kos saja. Gonta-ganti kos mewarnai pengalaman selama itu. Tujuh tahun saya ganti kos sebanyak 5 kali. Mulai dari Klebengan, Pogung Kidul, Soropadan, Kembali ke Pogung dan pindah lagi di Pogung Lor. Tujuh tahun, 5 kos dan sejuta kisah itulah salah satu hal yanng tercatat rapi dalam buku album kenanganku.

Rindu Jogja...rindu suasana kampus UGM, sore di Bunderan, Minggu pagi di lembah UGM, ramainya Jalan Kaliurang, Pojok Jalan Gejayan, Satu tempat di Pringwulung, Pogung kampungnya mahasiswa, Angkringan, dan melewati malam di warung burjo. Rasanya nikmat sekali meski hanya semangkuk indomie telur, gorengan dan segelas es susu coklat. Menu terakhir sebelum tidur malam yang teramat mewah di saat itu.

Ah rasanya begitu banyak kenangan akan Jogja yang tak habis jika harus dituangkan dalam kata-kata....Pelan-pelan dalam imajinasiku teralun tembang Yogyakarta dari Kla Project..
Pulang ke kotamu
Ada setangkup haru dalam rindu
Masih seperti dulu
Tiap sudut menyapaku bersahabat, penuh selaksa makna
Terhanyut aku akan nostalgi
Saat kita sering luangkan waktu
Nikmati bersama
Suasana Jogja

Di persimpangan langkahku terhenti
Ramai kaki lima
Menjajakan sajian khas berselera
Orang duduk bersila
Musisi jalanan mulai beraksi
Seiring laraku kehilanganmu
Merintih sendiri
Ditelan deru kotamu ...

Jakarta, 29 Juni 2008


Tak terasa laga final piala eropa tinggal detik-detik saja. Satu laga diantara dua klub besar Eropa dengan nasib yang selama ini berbeda. Jerman dikenal sebagai tim spesialis turnamen sedangkan Spanyol dikenal sebagai jago kualifikasi yang seringkali keok di babak-babak awal sebuah turnamen.

Secara materi sebenarnya dua klub sangat berimbang. Spanyol mulai dari barisan belakang hingga depan diisi oleh pemain-pemain yang menjadi andalan di masing-masing klubnya begitu juga dengan Jerman. Sebut saja nama Cesc Fabregas, Michael Ballack, Xavi Hernandes, Lucas Podolski, Philip Lahm, Fernando torres, nama-nama mentereng diantara kedua negara. Namun sejarah lebih memihak Jerman. Jerman sudah 3 kali merebut piala Eropa dan 6 kali lolos ke final Sedangkan Spanyol baru 1 kali juara itupun sudah sangat lama tahun 1964. Terakhir kali Spanyol masuk final terjadi pada tahun 1984 waktu itu mereka kalah dari Prancis.

Jika secara sejarah Jerman unggul namun melihat perjalanan kedua negara ketika menuju final Spanyol lebih meyakinkan. Anak-anak muda asuhan Luis Aragones ini berhasil mencatat hasil 100 persen kemenangan. Beda dengan Jerman yang kurang meyakinkan dan sempat kalah dari Kroasia di babap penyisiha grup.

Statistik memang hanya sekedar statistik. Hasil tergantung seperti apa di lapangan nanti. Suatu pertandingan yang diperkirakan bakal seru. Seperti apa hasilnya tunggu saja nanti. Yang jelas saya mengharap Spanyol kali ini mampu rengkuh piala Eropa.

Sumber image : gettyimages.com

Saturday, June 28, 2008

"A generous friend
gives life for a friend
let's rise above this
animalistic behavior
and be kind to one another"


(RUMI)

Thursday, June 26, 2008

“We're not going to be afraid of taking risks. Certainly we're going to press, but we're aware that if we eat a goal, this is going to be a job left to miracles. We'll take risks at any second, but the smarter we do it, the better.” (Fatih Terim)




Tuesday, June 24, 2008

“No, I'm not thinking about a draw. We're going out to win.”

(Rafael Benitez)


Monday, June 23, 2008

Spanyol juara Eropa kali ini.....Sebagai penggemar kesebelasan Spanyol saya sudah mengikuti perjalanan tim matador sejak awal tahun 90an. Klub sepakbola Barcelona, awal mula ketertarikan akan sepak bola Spanyol.

Selama ini di tingkat Klub tak ada yang memandang sebelah mata tim-tim Liga Spanyol. Torehan Real Madrid dan Barcelona di tingkat Eropa jelas meyakinkan Spanyol punya kelas. Di klub itu juga lahir bintang-bintang yang mengisi line up timnas Spanyol.

Tahun 90an begitu berkesan bagi saya. Meski baru duduk di bangku SD saya hafal nama-nama yang mengisi line up timnas matador. Sebut saja Andoni Zubizareta, Miguel Angel Nadal, Jose Mario Bakero, Joseph Guardiola, Fernando Hiero, Luis Enrique dan masih banyak lagi. Waktu itu kebanyakan nama-nama yang mengisi adalah pemain Barcelona termasuk saat ikut serta di Piala dunia tahun 94 di Amerika Serikat.

Spanyol Versus Italia

Tahun 94 di babak perempat final Spanyol bertemu Italia. Meski tampil bagus tim matador harus takluk di tangan tim Azzuri dengan skor 2-1. Mengingat kejadian itu ketika Spanyol kembali bertemu Italia di perempat final EURO 2008 saya sempat ketar-ketir. Mampukah Spanyol keluar dari kutukan dan cap jago kualifikasi.

Ternyata pasukan muda Luis Aragones mampu berbuat lebih. Meski lewat adu pinalti mereka mampu melaju hingga semifinal. Sudah lama menunggu Spanyol tampl hingga babak-babak akhir di sebuah turnamen. Dengan kemenangan atas Italia dan keluar dari mimpi buruk saya jadi makin berharap kali ini Spanyol mampu jadi juara Eropa...




Sunday, June 22, 2008

“At times, they were complaining that we were working too hard. But I think it was worth it.” (guus Hiddink)

Sekali lagi Guus Hiddink mampu buktikan sentuhan ajaibnya. Belum lama tangani tim beruang merah namun hasil luar biasa sudah terlihat. Tentunya masih ingat tatkala Guus Hiddink membawa tim ginseng masuk ke babak semifinal piala dunia 2002 dan Australia hingga perempat final 2006 bahkan nyaris kalahkan Italia.

Laga dini hari tadi seakan membelalakan mata semua orang. Status bintang tak menjamin tim bakal menang. Coba saja lihat kurang jago gimana lagi Wesley Sneijder, kurang piawai gimana Rafael Van Der Vart. Semua tak berdaya diobrak-abrik oleh Anak-anak kemarin sore Rusia yang selama ini mungkin tak semua orang mengenalnya.

Sepanjang jalannya pertandingan coba saja perhatikan berapa kali Andrey Arsavin dkk meneror gawang Edwin Van der Sar. Mereka dengan percaya diri dan penuh semangat terus menyerang. Rasanya seperti melihat roh Belanda di seragam yang berbeda. Justru Wesley Sneijder dkk tak bisa berbuat banyak tak seperti waktu penyisiha group tatkala mereka mampu hancurkan Italia dan Prancis.

Salut buat Meneer Hiddink. Cuma ada satu tanda tanya yang ada di kepala saya. jika Meneer Hiddink tangani timnas Indonesia apakah sentuhan ajaibnya masih bisa muncul??? Sejuta tanya yang saya sendiri tak tahu jawabnya.

Bagaiamana langkah pasukan muda beruang merah selanjutnya? kita tunggu saja cerita berikutnya apakah mereka mampu cetak sejarah baru dengan menjuarai piala eropa kali ini?
images : gettyimages

Jakarta, 22 Juni 2008


Saturday, June 21, 2008


Air mata itu tumpah dari seorang ivan klasnic setelah rustu Reckber mentahkan tendangan Racitic. Tak lama ia bersuka tatkala tendangannya membobol gawang Turki namun lewat aksi Senturk disusul drama adu pinalti Klasnic harus merana, Kroasia harus berakhir sampai di sini.

Erns Happel, Wina sekali lagi jadi saksi kegigihan pasukan Fatih Terim. Sekali lagi Turki mampu balikkan keadaan, bangkit dati ketertinggalan. Kisah Turki berlanjut menuju Semifinal di mana tim Panser Jerman telah menunggu.

Kegigihan pasukan Turki sudah terlihat sejak awal pertandingan. Meski kehilangan banyak pemain kunci karena kartu dan cidera Nihat Kahveci dan kawan-kawan tak gentar. Anak asuhan Bilic harus hadapi tangguhnya pertahanan Turki. Berkali-kali Rustu Reckber mentahkan serangan-serangan Kroasia. Hingga berakhir 2 x 45 menit ternyata kedudukan tak berubah. Pertandingan harus dilanjutkan dengan perpanjangan waktu.

Di akhir-akhir perpanjangan waktu kedua harapan besar lolos ke Semifinal sempat ada di mata Kroasia. Tatkala Ivan Klasnic ,penyerang yang pernah menjalani transplantasi ginjal, mampu menerjang barisan pertahanan Turki. namun harapan itu pudar ketika Senturk menyamakan kedudukan di akhir perpanjangan waktu.

Melalui drama adu pinalti Turki melenggang ke Semifinal. Aksi Rustu yang mengingatkan pasukan Turki di Piala Dunia 2002 Korea Selatan. Akankah turki mampu catat sejarah baru lolos ke Final atau bahkan bisa juara Eropa? kita tunggu saja.

.....

Wednesday, June 18, 2008

Semesta menyapa di pagi hari...

Awan-awan menyingkir memberi kesempatan mentari sinari mahluk-mahluk bumi..

Angin berhembus pelan menggoyang rerumputan sambil membawa seribu cerita tentang bahagia dan duka..

Sementara dari kejauhan engkau lambai-lambaikan tanganmu menyapa..
Tanyakan kabar tentang hari ini..
tanpa mengingat apa yang sudah terjadi..

Kau tertawa dalam suara yang tertelan lantunan suara burung-burung yang terus saja berkicau..

lamat-lamat yang kudengar kau hanya mengajaku menuju harmoni...

Dan selain itu yang kudengar dari mulutmu hanya sunyi...

Tanganmu melambai dengan senyuman sementara aku sudah tak bisa melihat apa-apa, sementara aku sudah tak bisa mendengar selain imajinasi dan satu kata harmoni...

Padi - Harmony

Aku mengenal dikau
Tak cukup lama…separuh usia ku
Namun begitu banyak..pelajaran
Yang aku terima

Kau membuatku mengerti hidup ini
Kita terlahir bagai selembar kertas putih
Tinggal kulukis dengan tinta pesan damai
Kan terwujud Harmony…

Segala kebaikan..
Takkan terhapus oleh kepahitan
Kulapangkan resah jiwa..
Karna kupercaya..
Kan berujung indah

Kau membuatku mengerti hidup ini
Kita terlahir bagai selembar kertas putih
Tinggal kulukis dengan tinta pesan damai
Kan terwujud Harmony…

(PADI)

Sementara lantunan lagu Padi mengalun perlahan angin membawa pesan "**************" dalam bahasa yang tak bisa kupahami yang hanya

bisa didengar oleh daun dan ranting-ranting yang bergoyang perlahan isyaratkan satu misteri...

Jakarta, 18 Juni 2008

Tuesday, June 17, 2008

Beberapa hari ini di berita tivi kita dikejutkan dengan sebuah video temuan tentang keberadaan sekelompok remaja ABG putri dari Pati yang tergabung dalam Geng Nero. Sebagian besar dari kita mungkin akan geleng-geleng kepala bagaimana mungkin remaja belasan tahun yang harusnya sekolah, belajar bisa berbuat seperti itu. Bagaimana mereka memperlakukan seteru mereka dengan cara-cara yang tak seharusnya ada di kalangan para pelajar.

Polah para ABG itu seakan menambah deretan kisah-kisah kelam yang mewarnai negeri ini. Belum lagi pengusutan tingkah ABG putri asal Pati itu selesai di bagian lain negeri ini kekisruhan yang melibatkan para mahasiswa juga terjadi. Coba ingat kejadian yang sempat terjadi di jalan Gadjah Mada yang melibatkan remaja SMP.

Bagaimana hal itu bisa terjadi? Saya sendiri merasa hal itu sangatlah wajar. Mereka bisa lakukan itu karena mereka hanya menirukan saja. Bagaimana para publik figur yang harusnya jadi contoh berkelahi, beradu fisik, dan saling berseteru. Semua hal yang seringkali nongol di layar televisi. Jadi jangan salahkan jika mereka yang lebih muda juga tak jauh dari kekerasan.

Kembali teringat pepatah lama..
"guru kencing berdiri murid kencing berlari"
..kali ini mungkin lebih ekstrem...
"guru kencing berdiri murid kencing jumpalitan"
Kalau tak mau melihat anak muda negeri ini berbuat kekerasan yang tua hendaknya juga memberi contoh. Memberi contoh perilaku yang lebih baik.Atau kalau yang tua tetap begitu saja yuk yang muda kasih contoh buat yang muda..mungkin mereka lebih suka pepatah.
"kebo nusu gudel" "seorang tua yang harus belajar dari anaknya"
.

Sumber Image : gettyimages.com

Sunday, June 15, 2008

Hujan gerimis menyapa pagi di Jakarta. Dingin ditambah gelap membuat malas beraktivitas. Rasanya masih enak bermalas-malasan nambah jam tidur. Meski tetap saja merindu matahari terbit maklum baju-baju kotor masih terbengkalai menunggu sinaran matahari. Kembali yang teringat satu penggalan lirik lagu the beatles "here comes the sun..Its Alright".

Minggu, saat yang tepat buat bersantai. Sejenak tinggalkan berbagai hal yang kemarin-kemarin jadi beban ( baca : kerjaan). Mending mikir yang indah-indah dulu, hal-hal yang segar. Makanya kali ini saya juga ga akan nulis hal-hal yang rumit, sulit buat kening berkerut.

Piala Eropa, saya cerita ini saja. Tak bisa dipungkiri sepak bola merupakan olah raga yang mampu menyusup hingga ke pelosok. Sepak bola milik semuanya mulai masyarakat kelas bawah hingga atas. Begitu juga dengan ajang piala Eropa kali ini. Meski di tengah suasana carut marut dengan adanya even seperti piala eropa sejenak ketegangan bisa reda. Tidak tahu pasti apa sebabnya namun memang seperti itu adanya.

Semua orang punya tim kebanggaan, begitu juga dengan saya. Kali ini tak jauh beda dengan piala Eropa sebelumnya saya menjagoi Spanyol. Saya termasuk penggemar setia tim matador meski seringkali mereka terkenal sebagai jago kualifikasi saja.

Kali ini saya begitu berharap banyak pada pasukan muda matador. Melihat dua pertandingan saat melumat Rusia dan kandaskan Swedia harapan saya jadi membumbung. Permainan impresif David Villa dan kawan-kawan layak untuk dijadikan alasan kenapa mereka patut difavoritkan jadi salah satu juara kali ini.

Saat hampir selesai mengetik tulisan yang entah bermakna atau tidak ini Jakarta masih teteskan titik-titik air. Semoga saja ini adalah air berkah dan bukannya musibah. Selamat menikmati liburan..Selamat Pagi Jakarta !

Tuesday, June 10, 2008


Knowledge Ekonomi
 Dunia sedang menuju satu era baru. Sebuah revolusi industri baru sedang terjadi, tak lagi pergeseran dari manusia menuju mesin seperti yang dulu terjadi di Inggris namun lebih ke -"the Knowledge Revolution"-. Riset dan pengembangan jadi hal menentukan bagi satu teknologi atau produk bisa menembus pasar atau tidak.

Riset dan pengembangan terlihat sangat jelas di produk-produk yang sehari-hari ada di sekitar kita. Coba saja perhatikan dan amati perkembangan teknologi handphone sebut saja sebuah merk Nokia. Betapa cepatnya pengembangan merk tersebut. Dalam waktu yang tak begitu lama Hp dengan seri yang berbeda muncul.

Teknologi komputer juga setali tiga uang dengan Hand Phone. Kira-kira 6 tahun yang lalu kebanyakan orang masih memakai processor pentium 3 itu sudah terheran-heran saat pentium 4 muncul. Begitu seterusnya pentium 4 semakin cepat hingga saat ini sudah akan launching teknologi processor paling canggih dari microsoft. Dalam sebuah seminar menurut narasumber yang kebetulan dari microsoft saat ini setiap 4 bulan meluncur produk-produk hasil pengembangan yang lebih baru.

Permasalahan utama sebenarnya bukan seberapa cepat produk itu hadir. Namun ketika berbagai produk inovatif masuk ke Indonesia dan mengancam produk-produk lokal. Indonesia sebagai negara dengan jumlah penduduk terbesar ke empat jadi pasar menggiurkan bagi negara produsen. tak usahlah berfikir untuk bisa menyaingi membuat processor sendiri untuk produk-produk sehari-hari produsen lokal juga sudah mulai limbung.

Coba perhatikan betapa produk-produk China begitu merajalela. Mulai dari pensil, bolpoin, pisau cukur, perabot-perabot dari plastik dan masih banyak lagi. Umumnya produk-produk tersebut juga ditawarkan dengan harga yang seringkali lebih murah dibanding produk lokal. Makin merana saja produsen lokal. Apa mau dikata konsumen juga tak bisa disalahkan saat mereka memilih produk lebih berkualitas dengan harga yang lebih murah.

Masih belum hilang ingatan kita bagaimana sebuah produsen Hand Phone dari China memiliki ide kreatif memasukan televisi dalam HP. Uniknya tak seperti produk dari merk lain yang harus bayar ini layaknya tivi biasa yang bisa ditonton dimana ada sinyal tanpa harus bayar. Sekali lagi itu adalah keajaiban sebuah inovasi, pengembangan dan riset.

Mau tak mau kalau tak ingin makin terdesak para produsen dalam negeri harus segera tersadar. bangkit dan terus bereksperimen. Di luar sana banyak sekali hasil-hasil riset dari putra bangsa yang belum termanfaatkan. 
Riset dan terus mengembangkan kalau tak mau makin terpuruk karena apa yang pernah dikatakan seorang Alfin Tofler sudah terjadi ekonomi gelombang ketiga, inilah sebuah revolusi ekonomi baru yang bernama Kowledge economy.

sumber image : www.gettyimages.com



Monday, June 09, 2008

Selamat pagi, selamat hari Senin! Ah awal minggu yang berat bagi sebagian orang, ngantuk bagi yang begadang karena semalam habis nonton piala Eropa trus lanjut nonton balap F1. Bagaimanapun kerjaan tetap harus dijalankan bukan sebaliknya. Satu yang harusnya membuat fresh justru menurunkan daya juang dan produktivitas.

Awal Minggu di Jakarta nampaknya sudah mulai waspada. Katanya yang saya ikuti dan simak dari banyak milis akan ada aksi sejuta umat katanya. Lewat satu undangan yang disebar lewat milis mereka akan lakukan aksi besar-besaran di depan istana negara. Mereka akan mengepung istana tuntut pembubaran Ahmadiyah. Mereka juga tuntut 282 nama yang katanya berada di balik demo Monas yang menyulut aksi dari FPI. Satu kekuatiran adalah adanya aksi tandingan dari massa lain. Apalagi kemarin dalam sebuah pertemuan dengan Banser Gus Dur memberi pesan agar melindungi Ahmadiyah.

Harapan semoga saja aksi bisa berjalan dengan damai. Kekisruhan, kerusuhan, kekerasan, keributan sekali lagi yang menjadi korban adalah rakyat biasa. Mereka sudah tercekik dengan naiknya harga BBM yang diikuti dengan naiknya harga bahan-bahan pokok. Apakah masih ditambah dengan rasa ketakutan, ketidaknyamanan dan entah apa lagi.

Yah memang resiko jadi manusia, hidup di zaman seperti ini beginilah. Mau tak mau, siap tak siap segala sesuatu bisa saja terjadi dan dialami. Yang jelas tetap optimis dan tak terus-terusan mengeluh meminjam sajak Rendra karena hidup bukanlah untuk mengeluh dan mengaduh. Hidup untuk berjuang dan berbuat baik karena itu adalah kewajiban bukan hanya demi sorga atau neraka.

Jakarta, 9 juni 2008


Saturday, June 07, 2008

Kemarin di milis Sipil 00 UGM saya sempat mengutarakan satu keluh kesah dan kegemasan yang sangat. Sebab musababnya tak lain adalah kencangnya laju informasi di berbagai media baik cetak, elektronik maupun lewat jaringan dunia maya.

Bukan cepat atau semakin majunya media yang membuat saya resah namun kedewasaan masyarakat dalam menangkap semua informasi serta kebijakan media sendiri yang membuat saya makin gerah. Baiklah kebebasan pers tidak akan saya ganggu gugat tapi pengemasan berita yang seringkali mengangkat sikap pro dan kontra antara beberapa fihak dan masing masing dianggap benar denngan opini-opininya.

Satu contoh adalah kejadian yang terakhir dan masih begitu hangat isunya, penyerangan massa dari laskar FPI ke Aliansi Kebebasan Beragama dan berkeyakinan. Isu yang diartikan dengan berbagai tafsir mulai dari permusuhan antara FPI, dan Ahmadiyah entah kenapa menyeret-nyeret Nahdatul Ulama serta anggapan ini hanyalah upaya pemerintah untuk mengalihkan perhatian masyarakat terhadap kenaikan BBM.

Saya mulai dari contoh kasus FPI. Sehari setelah keributan di Monas tersebut sebuah stasiun televisi menyiarkan wawancara yang menghadirkan dua fihak yang dianggap berseteru dari FPI menghadirkan Habib Rizieq meski hanya melalui phone converence dan dari massa yang ikut di acara monas diwakili Kiai Maman yang juga menjadi korban pemukulan.

Yang mengemuka di acara tersebut bukanlah satu dialog dengan kepala dingin, saling menghargai namun adu pendapat yang memicu emosi pemirsa yang mengikutinya. Dari fihak yang membela FPI akan makin membenci fihak lain sedang yang mengecam FPI makin panas atas argumen-argumen dari sang Habib apalagi televisi tersebut menayangkan pendapat Gus Dur dan dikomentari dengan sangat keras.

Reaksi atas pemberitaan-pemberitaan yang sebenarnya cukup mengkawatirkan. Entah kenapa isu tersebut makin meluas dan makin memperuncing pertentangan kini massa dari NU dengan garda bangsa pun turut membuat kondisi makin memanas apalagi dengan tuntutan di berbagai daerah untuk membubarkan FPI dan perlawanan yang sudah ditekadkan oleh massa yang membela FPI.

Isu penyerangan Monas hanyalah satu contoh bagaimana cepat serta bebasnya laju informasi begitu membahayakan jika tak dibarengi dengan kedewasaan dalam mencerna. Atau jika memang sudah begitu membahayakan ya sudah matikan acara-acara semacam itu dan ganti dengan acara lain yang lebih mendidik kalaupun semua televisi berisi hal itu begitu juga media lain lebih baik matikan saja televisimu dan cari kesibukan lain yang lebih produktif dan bermanfaat bagi diri, keluarga, masyarakat dan bangsa.


John Lennon Lyrics
Imagine Lyrics

Jakarta, Sabtu Pagi, 7 juni 2008


Wednesday, June 04, 2008

Titik-titik air yang mampu sedikit redakan ketegangan. Tak sadar kemarin saat keluar mengelilingi Jakarta titik-titik air hujan jatuh dari langit. Hujan, entah sebuah kebetulan atau apa aku teringat puisi Sapardi "Hujan Bulan Juni".

tak ada yang lebih tabah dari hujan bulan juni
dirahasiakannya rintik rindunya kepada pohon berbunga itu
tak ada yang lebih bijak dari hujan bulan juni
dihapusnya jejak-jejak kakinya yang ragu-ragu di jalan itu
tak ada yang lebih arif dari hujan bulan juni
dibiarkannya yang tak terucapkan diserap akar pohon bunga itu

Di awal Juni pemilik rahasia lama menyeruak menyapa. Entah atas dasar apa sapanya

Monday, June 02, 2008

Selamat Pagi,

Melihat Indonesia di hari ini mencermati berita-berita yang ada memang membuat pening, dan pusing kepala. Coba saja rekam kejadian dalam sepekan terakhir mulai dari reaksi akibat naiknya harga BBM yang disertai dengan berbagai aksi . Masih belum terlepas dari ingatan bagaimana kejadian di Unas, UKI dan Moestopo.

Disaat timbul gejolak siswa-siswa juga tak mau kalah tawuran ria. Sekelompok siswa sekolah di Jalan gajah Mada terlibat bentrok bahkan sempat ada yang membawa senjata tajam satu kondisi yang membuat miris. Terakhir yang masih hangat bentrok yang terjadi di Monas dan menimbulkan korban luka-luka.

Sengeri itukah Indonesia? Saya harap tidak seperti itu. Masih ada hal positif yang bisa digali dari negeri ini.

Saya masih berharap ada secercah cahaya dan setitik harapan. Mari bangkitkan optimisme dengan sikap saling menghargai dan lebih menggunakan hatri nurani namun tentunya ketegasan tetaplah diperlukan.


Di awal pekan ini mari membangun semangat dan optimisme. Semangat meskipun diluar sana kondisi memang tak sebaik yang dibayangkan namun dengan optimisme semoga semua bisa teratasi.





Never Give Up

-Winston Churchill-

Porto Folio

Porto Folio
Online Photo Editing adalah buku yang membahas teknik editing foto menggunakan layanan editing foto online. Ada 15 layanan olah foto gratis yang dibahas beserta dengan contohnya.