Posts

Showing posts from April, 2016

Atap Asbes dan Bola Plastik

Image
Sepak bola, permainan yang sudah saya kenal sejak berusia 5 tahun. Saya masih ingat waktu itu memang tengah ramai-ramainya orang membicarakan olahraga ini. Tahun 1986 perhatian masyarakat dunia tengah tertuju pada Meksiko tempat dilangsungkannya piala dunia.

Waktu itu saya belum mengerti betul apa itu sepak bola. Saya hanya tahu dari poster-poster yang saya lihat di sebuah toko yang sering saya lewati tiap kali sholat Jumat ke masjid Agung di tengah kota. Poster seorang pemain berambut agak kriwil yang suatu saat saya ketahui sebagai Maradona. Entah kenapa saya ikut-ikutan ngefans dengan pemain yang di tahun itu pula bakal dikenal dengan gol tangan Tuhannya.
Bahkan saking ngefansnya saya sempat juga diakali oleh orang tua. Waktu itu saya tidak suka makan sayuran khususnya bayam. Entah dapat ide darimana orang tua saya bilang ” Makanya banyak makan bayam biar bisa jadi seperti Maradona!”. Yah tapi saya tetaplah saya. Hingga saat ini saya tak begitu suka makan bayam mungkin itupula yang …

Menjelajahi Bayah

Image
Ternyata bermalam di Masjid cukup enak juga. Selain relatif aman di masjid ini ada karpet yang cukup tebal sehingga kami bisa tertidur dengan cukup pulas. Rasa letih dan penat selepas seharian berjalan membuat kami cepat terlelap apalagi setelah mandi dan bersih-bersih diri.

Sebelum Adzan Subuh kami semua sudah bangun. Kami bersama-sama menjalankan sholat Subuh berjamaah. Pagi itu tak begitu banyak Jamaah yang datang. Semuanya tak sampai dua shaf atau duapuluhan. Lepas Sholat kami tak langsung meninggalkan Masjid. Kami memanfaatkan waktu untuk mengecharge battareai dan sekedar bersantai di teras Masjid. Lagipula hari juga masih terlalu gelap dan belum ada angkutan yang beroperasi. Rencananya kami tak langsung balik ke Jakarta. Masih ada dua tempat lagi yang bakal kami singgahi. Meskipun sebenarnya tempat tersebut masih satu arah.

Jelang pukul 7 pagi kami bersiap meninggalkan Bayah. Setelah berpamitan dengan penunggu Masjid kami melanjutkan perjalanan ke lokasi berikutnya. Sebenarnya a…

Dunia Kecil Dalam Gerbong Kereta

Image
Matahari mulai terbit dari ufuk Timur. Dari jauh bentuknya yang bulat  berwarna kuning terang  muncul diantara rimbunnya pepohonan. Perlahan tapi pasti cahanya memancar mengiringi aktivitas  semua mahluk di bumi.

Setiap pagi, ada saja karyawan yang bersiap berangkat ke kantor, murid-murid sekolah dengan tergesa-gesa mengambil peralatan mandi dan membasahi tubuh mereka di tengah pagi yang cukup dingin. Atau para pedagang yang asyik dengan barang daganganya.

Di salah satu bagian dari kehidupan ini yang mungkin terkadang tak masuk dalam perhitungan atau bayangan sebagian besar kita juga telah memulai pentasnya; Dunia kecil dalam gerbong kereta api kelas ekonomi.

Sebuah stasiun kereta di kota pesisir selatan Jawa telah dipenuhi oleh calon penumpang. Sebagian diantara mereka antri di loket dan yang lain bertebaran di tempat tunggu penumpang.

Seorang lelaki muda dengan tas ransel di punggungnya yang sesekali mengisap rokok kretek ,yang dari tadi dipegangnya, nampak mulai gelisah menunggu. …

Satu Cerita Tentang Malam.....

Image
SABTU, jelang jam 9 malam, di depan layar komputer saya habiskan libur mingguan. Tiap pekan saya mendapat liburan rutin di hari Sabtu. Kali ini saya menikmati libur dengan menghabiskan waktu melepas lelah, bersantai sambil mendengarkan lantunan tembang lawas.

Rasanya sudah sangat lama saya tidak mengisi berbagai cerita di blog ini. Selama beberapa bulan blog ini terbengkalai tanpa posting-posting yang dulu sering mengisi hari demi hari.

Kali ini saya ingin bercerita tentang Ayrton Senna. Sosok legenda di ajang balap formula 1 ini memang benar-benar berkesan di hati saya. Pembalap yang hidupnya berakhir tragis di sebuah seri balap, Imola, Italia 1 Mei 1994.

Ayrton Senna merupakan mantan pembalap Formula 1 asal Brasil. Pernah menjadi juara dunia Formula 1 pada tahun 1988, 1990, dan 1991. Pembalap ini dikenal dengan kehebatan mengemudi mobil Formula 1 di sirkuit basah hingga dijuluki The Rain Man. Penampilannya di GP Monaco 1984 dengan mobil yang kurang mumpuni mampu berada di posisi ke…

Jangan Berputus Asa

Image
Jangan pernah berputus asa, berusahalah terus ! Pernahkan sobat menerima "kata-kata bijak" tersebut entah dari kawan atau kerabat? Intinya menyemangati kita akan sesuatu yang tengah kita perjuangkan. Satu kalimat yang mudah diucapkan memang, namun tak semudah itu prakteknya. Seperti yang saat ini kami alami, berjuang untuk mendapatkan sang "buah hati" yang sudah lama kami idam-idamkan. Inilah kisah perjuangan kami, jalan berliku, menanjak harus kami tempuh untuk mendapatkan momongan, hingga tulisan ini saya buat.

Siang itu di Klinik Sekar Moewardi Solo, Prof Tedjo, dokter yang mulai memasuki masa senja, melihat data hasil test laboratorium saya dan istri. Profesor itu hanya membolak-balik lalu bertanya ? " Sudah menjalani program apa saja?"

" Terakhir, kami sudah pernah mengikuti program Inseminasi di Salatiga," jawab istri saya.

Profesor Tedjo kembali melihat hasil test. "Ini satu-satunya jalan yang belum pernah dilakukan berarti harus OD…

Berkunjung Ke Kampung Batik Girilaya

Image
Memanfaatkan waktu senggang saya berkunjung Girilaya, sebuah dusun di Desa Wukirsari, Kecamatan Imogiri Kabupaten Bantul. Jika dihitung jarak kurang lebih 25 km dari pusat kota Yogyakarta.

Dengan menggunakan sepeda motor saya bersama seorang rekan menuju Girilaya. Tujuan kami adalah sentra kerajinan batik dan wayang. Meskipun beberapa tahun tinggal di Jogja namun saya belum pernah secara khusus melihat lebih dekat para pengrajin batik dan wayang.

Tak susah menemukan Girilaya. Sebagai acuan bagi yang belum pernah berkunjung bisa langsung menuju terminal Giwangan. Dari terminal terbesar di DIY ini kita ambil saja jalan menuju Imogiri lurus menuju ke arah Selatan. Kurang lebih 20 km ada papan petunjuk menuju makam Girilaya. Tempat dimakamkannya Sunan Cirebon. Setelah menjumpai petunjuk arah kita ikuti saja petunjuk-petunjuk berikutnya. Sepanjang jalan desa ke arah Barat banyak tanda yang mampu mengantar kita sampai tujuan. Jika kondisi lancar dengan kecepatan santai jarak antara Jogjak…

Menunggu Sarana Transportasi Lebih Ramah

Image
Jakarta, bagi yang pernah tinggal di sana pasti punya banyak pengalaman dan kisah soal kemacetan di sana. Kebetulan saya pernah tinggal di sana antara tahun 2007 hingga pertengahan 2010. Inilah catatan harian soal kemacetan di Jakarta.

Hidup di ibukota mau tidak mau, suka tidak suka harus berhadapan dengan "Kemacetan". Karena macet sudah menjadi hal yang selalu terjadi maka orang-orang mencari cara untuk sedapat mungkin menghindarinya. Jika jam kantor dimulai pada pukul 8 dua jam sebelumnya mereka sudah berangkat dengan asumsi jika lebih awal bisa menghindari kemacetan.
Namun seperti apakah kenyataannya? Apakah ide tersebut berhasil? Pada mulanya memang berhasil tapi ternyata banyak orang memiliki pemikiran yang sama.Maka kembalilah seperti semula berangkat lebih awal juga bukan menjadi jaminan sama sekali bisa terbebas dari macet. Bisa saja terbebas macet kalau sebelum Subuh berangkat. Namun apakah anda mau melakukannya?
Bicara tentang "kemacetan" di ibukota bukan…