Mantan kuli tinta yang tinggal di dusun

Sunday, March 30, 2008

...Isyarat-isyarat getaran ajaib menggerakkan penaku....
...Tanpa sekejap pun luput dari kenangan padamu.....(WS Rendra...Nota bene aku kangen)

Ada satu melodi..sebuah irama..sebuah sentuhan yang membuat rerumputan menari dan bergoyang..
Rerumputan sedang bersenang meskipun beberapa waktu silam sempat terdiam, pucat pasi terporak-porandakan oleh angin liar bercampur tetes-tetes hujan..
Pada Semesta rerumputan bercerita..
Kemarin Aku rasakan hembusan angin malam...
Tak seperti tahun-tahun di masa lalu ketika angin berhembus tak beraturan
Tak seperti yang dulu pernah kurasakan...
Hembusan yang berbeda..
Hembusannya lebih berirama..
Aku bertanya kenapa angin malam berhembus berbeda?
bahkan saat ini berhembus dengan sangat sederhana terbungkus irama-irama surga...
Yah lebih menakjubkan..
lebih istimewa
Namun sayang ia hanya berhembus begitu saja..
angin malam terus berhembus beriringan dengan awan putih
diantara bintang-bintang malam..
Yah memang bukan disini tempatmu..
Kita berjauhan...

seperti yang pernah kau katakan tak bisa begitu
jauh seperti langit yang terpisah begitu jauh dari bumi..
kita bisa bertemu namun tak bisa bersama
yah sepenuhnya kutahu keberadaanmu sebagai angin malam tetap di tempatmu bersama awan putih dan bintang-bintang..
yah jarak yang begitu jauh..
antara daratan dan langit..
rerumputan terus bercerita diantara kisah lama yang menyesakkan bercampur keindahan dan segala keajaiban....
Seandainya aku bisa berubah menjadi awan putih.....???
Rerumputan berandai-andai..lama ia terdiam
perlahan angin malam kembali berhembus dan lantunkan lagu-lagu indah..
rerumputan tertidur menikmati istirahatnya...
Tak sadar haripun siang dan sengatan matahari sampai hingga ke daratan..


Wednesday, March 26, 2008

Weits….gak kerasa neh ketemu lagi di Serunya Scripwriting Plygroup (SSP) Off-Air yang ketiga. Masih di tempat yang sama fren, masih di ak.’sa.ra Kemang. Walaupun ngaret ampe satu jam neh dari yang tadi awalnya jem 1 jadi mulai jem 2, tapi tetep acaranya seru abeeezzz…. Karena kali ini kita dari tim SSP ngadain tema yang emang lagi hangat-hangatnya neh, di dunia perfilman Indonesia. Coba tebak apa?
MFI? Ow…bukan. LSF? Beehh…itu apalagi. Mahkamah Konstitusi? Ya ampun berat banget atau film yang lagi laris ampe ada calo tiketnya, Ayat-Ayat Cinta? Hhmm….jauh deh melenceng kemana-mana.

Wednesday, March 19, 2008

Hidup itu memang sebuah perjuangan. Perjuangan di kehidupan yang singkat itu akan lebih nikmat jika dinikmati detik demi detiknya. coba saja lihat ekspresi pak Ayik seorang seniman tradisional yang hampir tiap hari terlihat di dekat kawah putih gunung Patuha. Alunan nada petikan kecapi terdengar dan pak Ayik menikmati setiap irama yang ada.









Negeri Di Atas Awan



Kawah Ciwedey



Corat-coret ala pecinta Alam



Berkunjung Ke kebun Teh


Setiap hari dalam kehidupanku adalah sebuah perjalanan menuju kesempurnaan. Ada banyak hal yang perlu untuk dicatat, diamati dan dibagi untuk bisa diambil hikmah oleh semua. Baik itu berupa kebaikan maupun keburukan. Semuanya tercatat di dalam titik-titik perhentian waktu. Titik-titik dalam waktu itu ibarat sebuah stasiun. Seperti yang dimaksud dalam novel Putu Wijaya. Tempat di mana bisa saja itu merupakan tujuan atau sebuah awal menuju tujuan sebenarnya.

Monday, March 17, 2008

"Everyone thinks of changing the world, but no one thinks of changing himself."
(Leo Tolstoy)


Wednesday, March 12, 2008

Malam ini kolong meja menjadi istana terindah bagi kami. Seumur hidup baru kali ini merasakan bersempit-sempitan di kolong meja dan hanya beralaskan tikar yang dilapisi oleh karton. Di istana ini kami adalah rajanya dan hidangan-hidangan lezat menunggu.



Sambil mengobrol Pak Acit dan Pak Abun menyalakan kompor minyak tanah. Pak Acit mencari sesuatu di laci meja dan mendapati dua bungkus mie instan serta dua bungkus kopi instan. Ternyata kopi dan mie itu sengaja dikeluarkan untuk diseduh buat kami. Kami sudah berusaha menolak dengan alasan sudah makan di warung tadi dan itu untuk bapak berdua itu saja namun Pak Acit dan Pak Abun memaksa kami. Mereka bilang sudah makan sedari tadi.

Menikmati mie rebus panas dan segelas kopi panas...hidangan terlezat buat kami di istana kolong meja ini.

Sehabis makan banyak cerita yang kami dapat dari kedua orang pegawai perkebunan teh tersebut. Pak Acit memiliki 3 orang putra yang tertua berumur 14 tahun. Karena alasan ekonomi anak tertusnya tersebut tak melanjutkan sekolah. Hanya lulusan Sekolah dasar. Pak Acit sudah puluhan tahun tinggal di daerah perkebunan teh. Sebenarnya aslinya adalah Cianjur.

Sedangkan Pak Abun hanya memiliki seorang putra. Pak Abun sempat merantau ke berbagai daerah sebelum akhirnya kerja di kebun teh sebagai pegawai penjaga.

Sekali lagi alasan ekonomi. Banyak diantara saudara-saudara kita yang tak bisa melanjutkan sekolah. Cerita dari bapak-bapak tersebut yang membuatku lebih bersyukur. Berada dalam kondisi yang lebih baik.



Waktu perlahan berjalan..tak lama datang bapak yang punya warung pertama kali aku datang. Bapak tersebut meminjami selimut tebal. Benda berharga untuk menghabiskan malam di istana kolong meja.

Malam perlahan berjalan..sangat lambat rasanya...sementara kami mulai tidur..walaupun udara dingin mengusik dan terus menyerangku..tapi malam ini aku menikmati rasanya bermalam di istana kolong meja.

(bersambung)

“Wujudkan imajinasimu dalam sebuah tulisan. Jadikan apapun yang selama ini tak bisa kau gapai dalam sebuah cerita,” (Sang Elang)

Satu langkah wujudkan imajinasi ada di depan kita! Lewat kompetisi penulisan Sinopsis wujudkan semua imajinasimu. Wujudkan semuanya dan kita bisa menjadi apa saja.yang kita inginkan dalam sebuah cerita.

Kompetisi menulis sinopsis merupakan salah satu agenda kegiatan Serunya Scriptwriting Playgroup. Bagi kawan yang ingin mengikuti kompetisi ini dibagi menjadi dua kategori yaitu online dan offline. Yang membedakan diantara keduanya adalah proses pemilihan sinopsis terbaik. Untuk online sesuai dengan namanya pememang dipilih lewat online sebelum acara Serunya Scriptwriting Playgroup Online yang diadakan dua minggu sekali tiap Jumat jam 6 sore hingga jam 9 malam. Sedangkan untuk penulisan offline dipilih pada saat acara Serunya Scriptwriting offline yang diselenggarakan tiap sebulan sekali di Toko Buku Aksara Kemang.

Secara lebih terperinci aturan main kedua kompetisi hampir sama. Sebelumnya panitia akan memberikan 3 kata kunci. 3 Kata kunci itu merupakan bahan yang harus dipakai dalam menulis sebuah sinopsis. Artinya Sinopsis yang dikirim mutlak harus ada 3 kata kunci tersebut di dalamnya.

Jangan bayangkan sinopsis yang dikirim harus berhalaman bak sebuah novel atau minimal cerpen. Anda cukup menulis dengan rapi, jelas, penulisan yang sesuai standar. Untuk ketentuan font yang dipakai adalah Times New Roman dengan ukuran font 12 dan spasi 1.Panitai tidak membatasi jumlah sinopsis yang dikirim artinya jika merasa kelebihan ide silahkan menulis lebih dari satu tulisan. Hal yang juga tak boleh terlupa pengirim wajib menuliskan alamat YM, no telepon, dan alamat yang jelas.

Mekanisme pemilihan pemenang untuk kompetisi ini sudah sedikit disinggung diatas.Untuk acara online, BS di publish di blog sebelum vote berlangsung. penentuan pemenang akan di lakukan melalui vote yang di lakukan oleh adik-adik peserta conference (untuk online) dan vote di lakukan oleh seluruh orang yang hadir di acara offline (untuk offline). jikalau ada kontestan yang mendapat jumlah suara yang sama, diadakan re-vote untuk peserta yang mendapat kesamaan suara.panitia dan peserta punya satu hak suara. (one man one vote).

Selain sebagai ajang latihan mengasah imajinasi ada juga satu keuntungan yang sayang untuk dilewatkan. Semua Sinopsis yang masuk, akan ada di salurkan ke PH, kalau ada PH atau produser yang tertarik, peserta akan di hubungi jika ada pihak yang ingin menindaklanjuti cerita miliknya. Hak cipta tetap sepenuhnya menjadi milik pembuat cerita. Siapa tahu itu adalah Sinopsis Anda!!!

Tanpa Banyak Buang Waktu Segera Cari Imajinasi, Tulis dan Kirim Ke Panitia. Kompetisi Penulisan Sinopsis kali ini untuk online panitia memberikan 3 kata kunci:

Mantra, roh, keramat
Sedangkan untuk kompetisi offline 3 kata kunci yang diberikan:
Pelangi, Seragam, jajan


Untuk Kompetisi online paling lambat naskah dikirim tanggal 13 Maret 2008 jam 24.00 sedangkan untuk Kompetisi offline tanggal 16 Maret 2008 jam 24.00.


Segera kirimkan naskahmu ke email : serunyaserunya@ yahoo.com


Info selengkapnya buka : www.serunya. multiply. com
MF. ARIEF
Publicity Serunya Scriptwriting Playgroup
hp : (08882771534)
email : arief_fath2yahoo. com


Liverpool akhirnya mengikuti jejak tim Manchester United, Chelsea dan Arsenal melaju ke bapak perempat final liga Champion. Pada babak enambelas besar The Reds menyingkirkan wakil Italia Inter Milan dengan aggregate 3-0. Menempatkan empat wakil di perempat final membuat Inggris berpeluang untuk menciptakan All English final di liga Champion.


Pada pertandingan kedua yang di selenggarakan Rabu 13/03/2008 di Giuseppe Meazza, Milan Liverpool unggul 1-0 lewat gol semata wayang penyerang yang lagi on fire Fernando Torres. Bagi El Nino golnya di gawang Inter menambah pundi-pundi golnya menjadi 26 di semua kompetisi yang diikutinya. Dengan kekalahan Inter berarti Italia hanya menyisakan satu tim di babak perempat final yaitu AS Roma.


Sejak awal pertandingan Inter Milan yang memerlukan setidaknya 3 gol langsung menggebrak pertahanan Liverpool. Melalui aksi Cambiasso pada menit keempat namun masih bisa digagalkan oleh Jamie Carragher, palang pintu The Reds yang mencatat raihan seratus kali penampilannya di Liga Eropa. Kokohnya pertahanan The Reds juga didukung permainan apik dari dua bintangnya yaitu Javier Mascherano dan Lucas Neiva.


Inter nyaris saja membobol gawang Liverpool di pertengahan baabk pertama saat aksi apik kerjasama Julio Cruz dan Zlatan Ibrahimovic lepas dari jebakan Offside pemain belakang The Reds. Namun sayang penyelesainnya masih melebar. Perlu dicatat juga permainan apik bek Liverpool Lucas Neiva mampu membuat Zlatan Ibrahimovic mati kutu.


Titik balik kemenangan The Reds terjadi saat Nicholas Burdisso dikeluarkan di menit ke 50, setelah menerima kartu kuning kedua. Pertahanan pasukan Roberto Mancini mulai kedodoran.


Tuan rumah harus membayar mahal kelengahan pertahanannya sewaktu menit 63 Fernando Torres menerima umpan dari Fabio Aurelio sedikit di dekat kotak penalti. Tembakan penyerang Spanyol ini tak mampu ditahan oleh Julio Cesar. Liverpool unggul 1-0. Malapetaka bagi tuan rumah. Hingga peluit dibunyikan hasil pertandingan tak berubah. Liverpool unggul 1-0 dan melenggang ke babak perempat final. Sayangnya kemenangan Liverpool harus dibayar mahal kartu kuning yang diterima Steven Gerrad membuat sang kapten harus absen di Leg pertama perempatfinal liga Champion.


MF. Arief


Sunday, March 09, 2008

Catatan perjalanan Sang Elang Bagian Ketiga

Selepas menikmati mie rebus pake telur, makanan terlezat yang kami nikmati hari itu, saya minta ijin numpang sholat di Mushola yang berjarak sekira 100 meter dari warung. Salah seorang dari mereka yang kemudian saya ketahui namanya, Pak Acit, meminjami kami lampu petromak.

Awalnya kami dibiarkan jalan sendiri namun karena kondisi yang makin buruk, kabut tebal, dan kuatir kami salah jalan Pak Acit mengantar kami berdua ke mushola tersebut. Suhu begitu rendah mungkin saja dibawah 10 derajat Celcius. Ketika mengambil air wudhu rasanya seperti disiram air lelehan es batu. Sangat-sangat dingin. Dalam perjalanan itu pula saya menyinggung-nyinggung tentang keberadaan hewan liar dan hal-hal yang berbau mistis. Pak Acitpun menanggapi hal tersebut dengan sedikit bercerita tentang adanya Macan jadi-jadian yang seringkali muncul di hutan menuju kawah putih. Bahkan katanya dia juga pernah menjumpai sosok jadi-jadian tersebut.

Saat itu pula dengan tegas pak Acit melarang kami turun kebawah. Dia menawarkan untuk tetap tinggal di atas atau menunggu datangnya mobil patroli dari dinas kehutanan yang memanatu proyek pembangkit listrik tenaga panas bumi yang katanya mau dibangun lagi. Merasa sudah terlanjur di atas maka kami memutuskan tetap tinggal. Meskipun bayang-bayang ancaman hawa dingin sudah di depan mata.

Selepas Sholat kami bertiga kembali ke warung tempat semula. Di sana kami bercengkerama berbagi cerita dengan bapak-bapak penjaga warung yang semuanya adalah pekerja di perkebunan teh yang terletak tak jauh dari kawah putih. Ada banyak cerita yang mereka sampaikan mulai hal-hal berbau mistis, bule yang malam-malam datang hanya untuk melihat kawah, adanya orang tersesat yang numpang tinggal di warung hingga kegiatan shooting beberapa judul film yang pernah diadakan di tempat ini.




Sambil menahan hawa dingin kami bercengkerama dan terkadang kedua tangan saya letakkan diatas lampu petromak sekedar mengusir hawa dingin.



Waktu terus berjalan..Pak Acit menawari kami tidur di warungnya yang katanya lebih hangat. Kami ngikut-ngikut saja. Ternyata yang dimaksud adalah warung yang terletak tak jauh dari warung pertama dan berukuran lebih kecil. Ternyata tempat yang hangat adalah dibawah meja warung. Dengan diterangi lampu petromak kami berdua pak Acit dan Pak Abun yang juga berprofesi sebagai pegawai perkebunan teh bercengkerama disana. Banyak percakapan mereka dalam bahasa Sunda...yang kami tak mengerti sama sekali.





Bersambung

Friday, March 07, 2008

Catatan Perjalanan Sang Elang

Kami belum tahu bagaimana kondisi di atas tempat kawah putih berada. Kami belum tahu sejauh apa dan bagaimana medan yang harus kami tempuh. Namun bayangan indahnya pemandangan kawah yang kami dapat dari orang-orang yang kami temui di jalan membuat tekad kami untuk naik ke atas meski harus berjalan kaki melawan hawa dingin. Kalau perlu malam ini kami akan menginap di sana. Syukur-syukur ada mushola atau apalah meskipun peralatan yang kami bawa bisa dikatakan tidak memadai untuk melawan terjangan hawa dingin.



Kamipun memulai perjalanan. Beberapa kali kami lihat lalu-lalang pengendara mobil dan sepeda motor yang naik turun. Keyakinan kami akan ramainya suasana diataspun makin kuat. Tidak perlu kuatir.

Perjalanan kami lanjutkan langkah demi langkah dan jalan semakin menanjak. Suasana jalan menuju kawah meskipun sudah dibangun sebuah jalan masih begitu asri. Sepanjang jalan di kiri dan kanan adalah hutan yang masih rimbun dan lebat. Pemandangan yang begitu menakjubkan menghapus bayang-bayang pemandangan yang sehari-hari kami jumpai di Jakarta, macet dan hiruk pikuk kota.

Hampir empat puluh lima menit perjalanan kami tempuh namun belum juga terlihat tanda-tanda kami sampai di kawah putih. Sementara hari semakin gelap saja. Dari kejauhan bisa kudengar suara adzan meskipun samar-samar.

Nafas kami makin tersengal-sengal. rasanya badan ini begitu letih dan tak punya tenaga lagi. Berkali-kali kami sejenak menarik nafas dengan menahan rasa pusing dan dingin. Lagi-lagi bayangan keindahan kawah putih mampu menguatkan tekad kami untuk terus berjalan dan berjalan. Hari makin gelap dan lalu-lalang kendaraan tak lagi kami jumpai. Ada sedikit kekuatiran yang timbul.

Kabut semakin tebal. Dengan nafas yang tersengal akhirnya setelah satu setengah jam berjalan kira-kira pukul setengah tujuh malam kami sampai juga di atas. Kami lihat suasana diatas begitu gelap namun yang membuat hati kami sedikit lega ada cahaya penerangan yang muncul nampaknya sebuah warung dan sebuah mushola. Niatan kami jika tak memungkinkan turun kami tidur di mushola.

Dengan penerangan seadanya kami merayap-rayap menelusuri jalan menuju kawah putih. Kabut semakin tebal walhasil kawah itu hanya terlihat samar-samar. Warna putih sementara disekitarnya gelap gulita. Sekilas saya merasakan hawa yang kurang enak. Sesuatu yang begitu mistis. Mengingat kami tiadak begitu mengenal kondisi kawah itu maka kami putuskan untuk menginap saja diatas dan besok pagi baru berjalan-jalan kesana lagi.

Kamipun menuju asal cahaya yang memang sebuah warung. Niatan utama untuk mengisi perut yang sudah keroncongan ini. Di warung tersebut ternyata ada beberapa orang. Makanan yang kami pesan adalah mie rebus.



Bapak-bapak yang ada di warung menerima kami dengan baik. Kami cerita tentang maksud kedatangan kami. Mereka nampaknya kaget juga mendengar penuturan kami keatas jalan kaki dan di waktu pergantian hari pula. Saya masih beluh ngeh apa yang membuat mereka kaget, sementara memikirkan hal itu semangkuk mie rebus panas telah datang. Rasanya begitu nikmat. Meskipun hanya mie telor hari itu menurut saya inilah makanan terlezat yang pernah saya nikmati.

Hawa dingin makin terasa menusuk-nusuk tubuhku. Sementara lidahku terus menari menikmati mie rebus telor.



(bersambung)






Wednesday, March 05, 2008

Bagian Kelima

Dibelakangku tangan kecil menyenggol kakiku. Gadis kecil berusia mungkin belum genap 8 tahun. berpakaian dekil namun badannya tidak kurus. Ia mendatangi satu demi satu penumpang dan meminta belas kasihan. Inilah kejamnya ibukota.


Pukul empat kurang seperempat kereta sudah sampai di stasiun Juanda. Aku terus mempercepat langkahku menuju sebuah kantor lembaga di bawah pemerintah yang terletak tak kira-kira 500 meter ke arat barat.

*******
Mikrolet nomor 34 kembali membawaku ke depan gerbang kantor tempatku lerja. Sayup-sayup dari kejauhan mulai terdengar bunyi adzan Maghrib. Ya sekarang tiba saatnya senja. Satu waktu yang selalu membuatku terpesona akan segala misteri yang ada di dalamnya.

Lepas tunaikan kewajiban dan membasuh muka yang tersapu knalpot kembali aku duduk di depan komputer. Melihat-lihat file tulisan yang harus segera kuselesaikan. Sempat juga kubaca kumpulan file-file dari tulisanku sebuah proyek pembuatan novel yang tak kunjung usai. Yang bisa kulakukan hanya sedikit demi sedikit merangkai-rangkai cerita yang mungkin saja menarik untuk ditulis.

Mulai mengetik...

Dari balik jendela kamar tertutup tirai, sunyi. Mataku mengintip kondisi di luar jangan-jangan ibu kos lewat kamar dan mengetuk pintu kamarku. Ah kalau-kalau yang punya kos datang aku harus tetap diam pura-pura tak mendengar hingga dia mengira aku keluar kos.

"Maaf bu saya belum dikirim....Maaf bu uang saya kepakai bayar SPP....Maaf bu orang tua saya pas sakit sehingga terpaksa bulan ini tak ada kiriman...." rasanya semua alasan sudah pernah kupakai untuk meminta kelonggaran membayar tunggakan kosku yang bertumpuk-tumpuk itu.

Aku benar-benar sudah kehilangan kata-kata lagi. Tak punya alasan jika harus berhadapan dengan pemilik kos. Mau ditaruh mana mukaku. Diam main petak umpet sembunyi di dalam kamar jadi salah satu solusi selain satu solusi lain untuk sementara menghindar dari bu kos sambil berharap dapat rejeki mendadak sehingga tunggakan kosku bisa terlunasi.

Masih teringat jelas dua minggu lalu waktu aku kepergok bertemu dengan ibu kos. Seperti yang kuduga, pasti dia langsung menagih tanggunganku. Dan benar saja tepat sekali dugaanku.

"Mas Joko, bagaimana tanggungannya?" tanya bu kos.
"Oh iya bu minggu depan bu saya bsru dikirimi uang dari oranng tua," begitu janjiku saat itu. Hmm namun sampai sekarang sudah hampir dua minggu janjiku itu belum bisa kutepati tentu saja karena aku sebenarnya tak dikirim uang. Meskipun dikirim jumlahnya tak akan bisa buat menutup segala tanggunganku.Entah apa yang bisa kulakukan jika harus bertatap muka lagi dengan pemilik kos. rasanya aku tak mampu menahan malu meskipun tak mungkin aku diusir dari kos ini.

Saat ini hanya sembunyi yang bisa kulakukan. Di dalam kamar yang sudah kukondisikan sepi, sunyi bak prajurit yang sembunyi segalanya telah dipersiapkan semua perbekalan hingga bisa sembunyi mulai dari pagi sampai pemilik kos pergi kira-kira setelah maghrib sudah siap. Semuanya sudah siap mulai dari makanan seadanya buat pengganjal perut, minuman hingga bacaan yang bisa digunakan menghilangkan bosan.

bersambung


Setelah sukses menyelenggerakan temu offline di bulan Januari dan Februari, serta menanggapi tingginya animo para peminat film untuk mengikuti Serunya Scriptwriting Playgroup Offline, maka SSP kembali menggelar acara yang sama di bulan Maret 2008 ini. Acara SSP offline kali ini tepatnya akan digelar di Toko Buku Aksara Kemang tanggal 9 Maret 2008 pukul 13.00 hingga selesai.


Acara SSP offline di bulan Maret ini mengambil tema sejalan dengan tema keseluruhan program SSP bulan ini yaitu horror. Satu hal yang melandasinya adalah ternyata hingga saat ini masih banyak beredar film-film dengan tema horror. Namun meskipun film-film dengan genre horor banyak membanjiri pasar secara kualitas mengalami penurunan. Salah satu parameter yang diambil adalah menurunnya tingkat ketakutan setelah menonton film horror.


Sejalan dengan tema yang diambil yaitu horror, sepanjang acara SSP offline nanti kesan mistis, misteri akan ditampilkan. Maka anda jangan kaget jika disana tiba-tiba saja melihat kuntilanak atau pocong kesasar waktu acara. Keberadaan mereka di Aksara memang sengaja dihadirkan. Namun jangan kuatir dulu kehadiran mereka bukan untuk menakut-nakuti tetapi membuat acara menjadi lebih seru. Mereka juga bukan hantu betulan namun bagian dari panitia yang meramaikan acara ini.


Secara garis besar konsep utama acara SSP offline nanti masih sama, yaitu menghadirkan sesi semacam diskusi, permainan, serta pemutaran film. Kesemua sesi tersebut tentunya menghadirkan suasana sesuai dengan tema diambil yaitu horror. Pastinya akan banyak hal menarik ditampilkan di acara tersebut.


Acara SSP offline ini merupakan agenda rutin Serunya Scriptwriting Playgroup. Secara rutin sebulan sekali acara ini diselenggarakan. Siapa saja yang berminat bisa datang langsung ke tempat kegiatan dan turut serta meramaikan acara ini. Namun ketentuannya anda harus datang dengan pakaian berwarna cerah selain putih dan hitam. Ketentuan tersebut untuk lebih menguatkan kesan ceria, gembira seperti yang kita jumpai di sebuah playgroup. Untuk lebih jelasnya mengenai acara ini bisa dilihat di serunya.multiply.com atau anda bisa mengajukan pertanyaan melalui email ke serunyaserunya@yahoo.com.


Kami tunggu kedatangan anda dan rasakan kejutan misteri di Aksara pada tanggal 9 maret 2008 jam 13.00. Acara ini terselenggara atas kerjasama Pidisme dengan (ak.'sa.ra), Akademi Samali, Holiday Pictures Indonesia, Freemovie, Moviebuzz, Festival Film Penyutradaraan X,




MF. Arief
Publicity Serunya Scriptwriting playgroup

Cp : MF.Arief (08882771534)
Pidi (081310033524)

Monday, March 03, 2008

Catatan Perjalanan Sang Elang

Jejak Harimau Siliwangi (bagian pertama)

“Lelaki setengah baya itu terus memainkan kecapinya. Sementara kameraku terus membidik musik dan lantunan suaranya mendayu-dayu membelah kawah putih, menyebar keseluruh puncak gunung Patuha, Ciwedey, Kabupaten Bandung”.

Aku tertegun melihat seniman tersebut. Raut mukanya yang penuh semangat turut merasuk sukma dan mengajari cara terbaik untuk senantiasa bahagia dan mensyukuri segala nikmat Sang Penguasa alam.

Inilah perjalanan. Sesuatu yang bisa direncanakan namun sulit ditebak perjalanan itu sebenarnya ujungnya berakhir di mana. Rencana riset lapangan film dokumenter secara tak sengaja membawaku ketempat lain yang mengajariku akan banyak hal. Pengalaman yang makin mengajariku untuk selalu siap atas apa yang akan terjadi, bersyukur dan berfikir jauh kedepan dengan semangat dan motivasi tinggi.


******

Gerimis mulai membasahi bumi Pasundan saat angkutan tua membawa kami memasuki terminal Cibeureum. Setelah berhimpit-himpitan dengan penumpang akhirnya berakhir juga siksaan sesaat itu. Jam waktu itu menunjukkan pukul 16.15.

Keluar dari pintu angkutan beberapa tukang ojek bergerombol datang mendekati kami. Saat kami tanya berapa ongkos yang harus kami keluarkan hingga menuju tujuan “kawah putih” salah satu dari mereka menyebut angka 30 ribu. Angka tersebut untuk masing-masing dari kami. “Tetapi terserah mau naik ojek atau angkot,” kata si tukang ojek memberi kami kebebasan. Harga tersebut dalam fikiranku “mahal” maka tanpa fikir panjang langsung kutolak dan mengajak rekanku menuju angkot yang berada tak jauh dari kami.

Angkutan itu masih kosong ketika kami menghampiri dan menempatkan diri di salah satu tempat duduk yang ada. Beberapa saat kemudian bertambah lagi seorang tua dan bapak-bapak yang nampaknya orang asli dari daerah tersebut. Tak perlu menunggu lama kendaraan berwarna kuning itupun melaju. Sepanjang perjalanan hawa dingin mulai terasa. Dari kejauhan bisa kulihat kabut tebal yang menutupi puncak gunung. Hampir semua orang yang kulihat di jalan memakai jaket tebal satu isyarat yang mengingatkanku perkataan seorang ibu-ibu yang kami jumpai di bis. “Udaranya dingin sekali Aa’. Kendaraan ini terus mengitari lereng-lereng gunung dan terus menuju ke arah kawah putih.

Jika dihitung angkot yang kami tumpangi adalah kendaraan kedelapan semenjak keberangkatan dari tempat tinggalku. Berganti-ganti kendaraan, benar-benar jadi hal yang sangat membosankan sekaligus jadi hal baru yang mengesankan.

Hari suasana rasanya sudah seperti menjelang senja saja saat angkutan yang membawa kami tiba di gerbang kawah putih ciwedey. Saat melihat jam ternyata masih pukul 17.00. Suasana gerbang sudah sepi. Hanya ada beberapa tukang ojek namun tempat pembelian tiket tak lagi ada yang menjaga. Kamipun bisa masuk tanpa harus mengeluarkan ongkos tiket.

Sekedar membasuh diri kami menuju toilet yang terletak tak jauh dari loket dan istirahat sejenak di Mushola selepas tunaikan kewajiban Sholat. Dingin, satu kesan yang nongol pertama kali saat jejakan kaki di sana.

Selepas berganti kostum, menambah lapisan baju dan memakai jaket untuk sekedar melawan hawa dingin kami memutuskan untuk menuju kawah. Rasa penasaran akan pemandangan kawah yang katanya indah itu.

Biasanya ada semacam angkutan yang disediakan pengelola untuk naik ke atas kawah. Namun sore ini angkutan tersebut sudah tak ada lagi yang beroperasi. Sesekali kami lihat mobil dengan plat B menuju kawah putih. Dalam bayangan kami letak kawah tersebut tak begitu jauh dari gerbang utama paling tak lebih dari 2 kilometer, berbekal pemikiran tersebut kami memutuskan untuk berjalan kaki saja naik keatas sambil menikmati keindahan alam. Lokasi tersebut masih alami meskipun jalan menuju puncak sudah diaspal namun kiri kanan masih berupa hutan yang masih sangat asri. Dengan diiringi gerimis hujan dan hawa dingin yang perlahan terus menusuk-nusuk tulang rasanya kami mulai melangkah naik keatas menuju kawah putih.

(Bersambung)

Porto Folio

Porto Folio
Online Photo Editing adalah buku yang membahas teknik editing foto menggunakan layanan editing foto online. Ada 15 layanan olah foto gratis yang dibahas beserta dengan contohnya.