Mantan kuli tinta yang tinggal di dusun

Sunday, March 22, 2015

Argus Mata Bionik Asa Baru Bagi Orang Buta
Mata bionik bernama Argus. Membantu si buta bisa melihat kembali. Masih dalam tahap pengembangan.

Seorang wanita berusia 50 tahun asal kota New York yang telah didiagnosa mengalami kebutaan sejak berusia 13 tahun mendapatkan kembali penglihatannya. Wanita tersebut bisa melihat lagi pasca menjalani operasi penanaman perangkat mata bionik dalam sebuah operasi.

Menulis sudah menjadi bagian dari kehidupan saya, bukan hanya karena saya pernah menjadi seorang pewarta namun jauh sebelum itu sudah ada keinginan untuk merangkai kata baik dalam bentuk prosa maupun puisi. Kalau ditanya kapan persisnya saya bingung juga menjawabnya yang jelas keinginan menulis muncul seiring dengan kegemaran saya membaca.

Membuka buku, majalah, atau media online bagi sebagian orang mungkin membosankan tapi tidak bagi saya. Saya lebih betah berlama-lama di toko buku daripada jalan-jalan di mall atau pusat perbelenjaan.

Tuesday, March 17, 2015

Ngeblog, sekarang ini menjadi makin mudah. Meskipun hanya memanfaatkan blog gratisan fasilitas yang bisa dimanfaatkan untuk memaksimalkan blog semakin bertambah. Salah satu fasilitas yang menurut saya sangat bermanfaat adalah statistik blog, melalui inilah saya blog bisa mengetahui berapa pengunjung blog ini dan artikel mana yang dikunjungi.



Hingga saat ini di blog ini dari total 600 an artikel yang paling sering dikunjungi adalah mengenai Babad Tulungagung. Artikel yang sudah hampir beberapa tahun saya posting hingga saat ini sudah dibuka sebanyak 6729 kali. Urutan kedua adalah Timah Hitam dibuka sebanyak 5545 kali dan selanjutnya adalah artikel membuat model 3D sederhana 2278 kali dikunjungi. Selain mengetahui artikel mana yang paling banyak dikunjungi melalui fasilitas statistik saya bisa mengetahui kata kunci yang membuat pengunjung tertarik singgah di blog ini.

Wednesday, March 11, 2015

Luwak hewan sejenis musang

Pawang Luwak mungkin sebuah pekerjaan yang tak terbayangkan oleh kebanyakan dari kita. Namun pekerjaan ini muncul karena adanya pasar kopi yang prima. Pawang Luwak ini yang bertugas menangkap sekaligus memelihara Luwak, hewan yang memakan buah kopi terbaik.


Luwak kerap disandingkan dengan kopi. Ya, binatang ini memang dikenal karena kesukaannya mengonsumsi buah kopi. Kegemaran ini menyebabkan Luwak berperan sebagai pengolah biji kopi alamiah di dunia.

Buah kopi yang ditelan Luwak akan mengalami proses fermentasi selama berada di perut hewan tersebut. Setelah dicerna sang Luwak, buah kopi itu berubah menjadi biji yang dikeluarkan bersama kotoran sang hewan.

Jangan cemas kalau biji kopi itu tercemar kotoran Luwak. Biji kopi yang dikeluarkan Luwak ini masih berbentuk utuh. Tentu saja, sebelum diproses menjadi bubuk, bpi kopi akan dibersihkan dulu.

Dalam proses pencernaan Luwak inilah, akan diperoleh biji kopi dengan rasa spesial. Adanya proses inilah yang mengakibatkan harga biji kopi Luwak sangat tinggi.

Minum susu

Selama ini, bpi kopi Luwak hanya diperoleh secara tradisional. Pasalnya, Luwak pemakan kopi merupakan binatang liar yang hidup di alam bebas. Alhasil, pemungut kopi Luwak hanya mengumpulkan kotoran Luwak yang berserakan di perkebunan kopi.

Namun, sejak tahun 2006, PTPN XII berupaya memelihara Luwak demi menghasilkan biji kopi Luwak. Nah, untuk menangkarkan luwak-luwak liar ini, PTPN mengerahkan tenaga Pawang Luwak.

Tak mudah menangkap dan merawat Luwak yang pada dasarnya merupakan binatang liar. Itu sebabnya, menjadi Pawang Luwak bukanlah sebuah pekerjaan yang mudah.

Apalagi, selama ini tak ada buku-buku referensi tentang perhwatan Luwak. Tak heran, Pawang Luwak banyak belajar dari pengalamannya sendiri. Salah satu modal utama yang harus dimiliki Pawang Luwak adalah menguasai seluk beluk tentang Luwak. "Luwak itu rentan mati," kata Wuryanto, seorang Pawang Luwak dari PTPN XII.

Asal tahu saja, setelah ditangkap dari alam bebas untuk dikandangkan, Luwak seringkali stres. Itulah sebabnya, pada awal penangkaran PTPN XII, banyak Luwak yang telah ditangkap mati.

Menjaga agar sang Luwak tetap hidup di dalam kurungan merupakan tantangan terberat seorang Pawang Luwak. Wuryanto menuturkan, setelah penangkapan, Luwak memiliki masa kritis beradaptasi dengan lingkungannya yang baru.

Masa kritis itu biasanya berlangsung selama satu hingga dua minggu. "Jika tak bisa lolos dari masa itu, Luwak bisa mati," ujarnya.

Dalam masa kritis itulah, Luwak butuh perhatian khusus. Untuk menghindarkan Luwak dari stres, biasanya Pawang teratur memberi makanan kegemaran Luwak. Dari hasil pengamatan Wuryanto, selain kopi, Luwak ternyata gemar makan pepaya dan pisang.

Bila Luwak yang ditangkap masih kecil, Pawang harus memperlakukannya seperti merawat bayi. "Luwak kecil harus teratur minum susu," ujar Wuryanto.

Setiap musim kopi, Luwak hanya diberi buah kopi sebagai menu utama di malam hari. Alhasil, Pawang atau pemelihara Luwak setiap sore harus menempatkan buah kopi di kandang Luwak.

Baru pada pagi harinya, para Pawang itu mengambil kotoran Luwak. Dalam satu malam, Luwak mampu melahap sekitar 3 kilogram buah kopi.

Perhatian pada Luwak tak sebatas pada masa setelah penangkapan atau soal makanannya. Dalam pemeliharaannya, Pawang harus menjaga kebersihan kandang setiap hari. Maklum, Luwak termasuk binatang yang suka tinggal di tempat yang bersih. Bahkan, ketika membuang kotoran pun, Luwak akan memilih tempat yang bersih. Seperti di tanah kering, di atas bebatuan atau di atas dahan yang tumbang.

Fathoni Arief

Tuesday, March 10, 2015

Cara menyikapi cobaan
Rintangan kecil bisa membuat seseorang menjadi lemah dan menyerah dalam mengejar impianya. Namun cobaan bisa membuat seorang bisa melakukan hal yang jauh melebihi kemampuan semula. Seperti kisah dari Dejen Gebremeskel, seorang pelari muda asal Ethiopia.

Gebremeskel lahir 21 tahun lalu di daerah pedesaan di kabupaten yang disebut Gulo Makeda, Ethiopia. Ia sudah mulai mengikuti kejuaraan lari semenjak masih di bangku sekolah. Awalnya ia hanya mewakili sekolah. Kemudian mewakili wilayahnya begitu seterusnya hingga akhirnya mewakili Ethiopia.

Jika saja satu insiden kecil tidak menimpa Gebremeskel, pelari jarak jauh asal Ethiopia, mungkin peristiwa bersejarah itu takkan pernah terjadi. Hari itu, sesuatu yang luar biasa terjadi. Mata dunia tertuju pada aksi Gebremeskel di kejuaraan dunia atletik di Boston, nomor lari 3000m.

Sebelumnya saya pernah memposting artikel tentang langkah-langkah membuat model 3 D sederhana, yaitu sebuah meja. Kali ini saya kembali berbagi bagaimana caranya membuat model 3d jendela rumah/bangunan. Pada tutorial kali ini saya berikan melalui video singkat. 

Dalam video ini saya membuat model jendela langkah demi langkah. Video versi ini masih belum ada suaranya jadi Anda harus bersabar belajar tanpa suara, sambil menunggu versi video tutorial terbaru yang lebih menarik dan mudah dipraktekkan. Selamat Mencoba.


Berbagi takkan pernah membuatmu merugi

Saturday, March 07, 2015

Beruntungnya saya pernah menjadi pewarta di koran yang memiliki standar tulisan tinggi dan bekerja-sama dengan orang-orang berpengalaman di sebuah perusahaan media kecil. Saya belajar banyak hal, salah satunya tentang menulis yang baik dan benar sesuai dengan kaidah yang ada. Soal tulis menulis berita ada pengetahuan dasar yang wajib diketahui para pewarta, yaitu mengenai struktur sebuah tulisan.

Ada beberapa aturan dasar untuk menulis dan menyusun berita. Jika Anda terbiasa dengan jenis tulisan lain menulis, seperti fiksi, aturan ini mungkin nampak aneh. Namun, format ini selama beberapa dekade sudah lazim digunakan para pewarta di berbagai negara.

Porto Folio

Porto Folio
Online Photo Editing adalah buku yang membahas teknik editing foto menggunakan layanan editing foto online. Ada 15 layanan olah foto gratis yang dibahas beserta dengan contohnya.